Rabu, 30 September 2009

final fantasy 8

history final fantasy 8

Final Fantasy VIII (ファイナルファンタジーVIII Fainaru Fantajī Eito?) adalah sebuah permainan role-playing game yang diciptakan oleh Square Co., Ltd. untuk Sony PlayStation dan PC berbasis Microsoft Windows. Game ini merupakan judul kedelapan dalam seri utama permainan Final Fantasy dan judul kedua yang dirilis untuk PlayStation dan Windows. Cerita terfokus pada sekelompok tentara bayaran yang terjebak dalam suatu konflik internasional yang dirancang oleh seorang penyihir bernama Edea, dan berusaha menghentikan perang tersebut.

Dalam tiga belas minggu pertama setelah dirilis pada tahun 1999, Final Fantasy VIII telah menghasilkan keuntungan sebesar 50 juta USD[2][3], membuatnya menjadi judul Final Fantasy yang paling cepat terjual. Sampai saat ini, telah terjual sekitar 8 juta unit permainan Final Fantasy VIII, menempatkannya pada posisi kedua untuk judul Final Fantasy yang paling laris—di bawah Final Fantasy VII, yang berhasil menjual hampir 10 juta unit di seluruh dunia.[4]Final Fantasy VIII divoting sebagai permainan terbaik kedua puluh sepanjang masa oleh pembaca majalah Jepang Famitsu.[5]

Final Fantasy VII mengalami banyak perubahan dibandingkan seri sebelumnya. Game ini merupakan game pertama dalam seri Final Fantasy yang memiliki karakter dengan ukuran tubuh proposional, lagu tema (theme song) yang disisipi oleh suara penyanyi asli, dan salah satu game yang lebih mengutamakan unsur cerita ketimbang perkembangan karakter di dalam game.Dan tidak mempunyai sistem Magic Poin.

gameplay

Seperti yang terdapat pada game Final Fantasy VII, Final Fantasy VIII terdiri dari tiga mode utama permainan; peta dunia (world map), peta lapangan (field map), dan layar pertempuran (battle screen). Peta dunia berbentuk model 3D dimana pemain dapat mengarahkan karakter dengan bebas. Perjalanan karakter dalam peta dunia dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya berjalan kaki, dengan mobil, chocobo, kereta, atau kapal terbang (airship). Pada mode peta lapangan, pemain menjalankan karakter model 3D dengan latar belakang lingkungan 2D. Sedangkan pada mode layar pertempuran (battle screen) menggunakan model 3D dengan lokasi di sebuah ruangan atau sebuah jalan, tergantung di daerah mana pertempuran itu terjadi. Layar Menu hampir sama seperti judul Final Fantasy sebelumnya, tetapi sistem senjata khusus dan sistem armor dihilangkan dan menghadirkan fitur baru seperti, fitur Junction. Juga permainan mini bernama Triple Triad..[6]

sistem junction
Sistem baru ini didesain oleh desainer pertarungan Hiroyuki Ito yaitu monster yang bisa dipanggil disebut sebagai Guardian Force (GF). Seorang karakter harus mempunyai GF yang dipasangkan padanya sebelum dia bisa melakukan perintah lain selain menyerang ("Attack") dengan senjata mereka, seperti sihir("Magic"), "GF"(pemanggilan), dan perintah "Item". Pada Final Fantasy sebelumnya setiap karakter mempunyai batasan Magic Point(MP) jika melakukan sihir, tetapi di Final Fantasy VIII, sihir didapatkan/diperoleh dari musuh, tempat pengambilan sihir (Draw Point) yang tersebar di seluruh wilayah permainan, dan item yang bisa digunakan. Sihir disimpan pada karakter dengan jumlah maksimal 100 dan hilang datu per satu jika digunakan. "Guardian Force" membuat karakter bisa "memasangkan" sihir mereka pada status mereka seperti (Strength) kekuatan, (Vitality) Pertahanan, (Evade) hindaran, dan Luck untuk beberapa variasi bonus.[7]Fleksibilitas pada permainan ini memungkinkan untuk membuat grup yang sangat kuat pada awal permainan. Alternatif ini adalah pengembangan signifikan dari seri Final Fantasy, dimana sebelumnya sebagian besar menggunakan serangan single permanen yang ekslusif. Lebih jauh, sistem ini menggantikan sistem equip pada permainan sebelumnya dengan permanen, spesialisai senjata untuk setiap karakter; setiap senjata bisa diupgrade beberapa kali, yang akan meningkatkan kekuatannya dan merubah penampilannya. Sebagai contoh, Squal pada awalnya mempunyai gunblade yang disebut "Revolver", tetapi setelah upgrade terakhir, menjadi senjata "Lion Heart".[8]

limit break

Pada Final Fantasy VII, setiap karakter mempunyai serangan spesial yang unik disebut "Limit Break" ("Special Arts" pada versi Jepang). Sebagaimana kita ketauhi Limit Breaks pada Final Fantasy VII dipicu oleh memenuhi bar Limit dengan cara menerima serangan musuh, pada Final Fantasy VIII, mereka muncul secara acak setiap putaran jika (HP) atau darah pemain dibawah 32% dari batas maksimal darahnya, dan juga mempunyai efek status negatif, Sistem ini mirip dengan Limit Break pada Final Fantasy VI yang disebut "Desperation Attack", yang dipicu ketika karakter mendekati kematian. Sihir Aura juga meningkatkan kemungkinan Limit Break muncul, tergantung HP pemain yang tersisa.[9]

Perubahan yang lain adalah sebagian serangan spesial karakter utama mempunyai fitur unsur interaktif, mulai slot machine(seperti Tifa pada Final Fantasy VII) sampai gaya tombol kombo pada permainan pertarungan(Zell). Unsur interaktif, mempengaruhi karakter dan mempunyai potensi untuk meningkatkan serangan.[10]

1. 3. Tingkat Experience

Poin pengalaman (EXP) diberikan jika memenangkan pertarungan melawan musuh dalam pertarungan acak. Ketika karakter mengakumulasi poin EXP yang cukup, karakter tersebut akan "naik level" dan akan meningkatkan status dasar karakter. Tidak seperti permainan Final Fantasy sebelumnya, pertarungan acak dengan musuh tidak meningkat levelnya, tetapi pada Final Fantasy VIII level monster meningkat seiring meningkatnya level karakter. Semakin tinggi level monster maka semakin sulit melawan dan bertahan, serta menerima serangan yang lebih besar, dan mungkin mempunyai tambahan serangan spesial. Peningkatan Status melalui naik level sangat sedikit dibandingkan dengan yang tersedia melalui sistem Junction.

Sebagai tambahan, Guardian Force akan menerima Ability Poin(AP) setelah pertarungan, yang membuat Guardian Force bisa mempelajari kemampuan spesial yang baru. Ketika sebuah Guardian Force telah belajar sebuah kemampuan, kemampuan itu akan tersedia untuk karakter apa saja, dan dalam beberapa kasus, semua karakter grup bisa memakainya. Selain bisa mempelajari kemampuan, mereka akan menerima tambahan serangan dalam pertarungan, memurnikan item sihir menjadi barang, membuat karakter menerima status bonus ketika naik level, bisa mengakses toko, dan menambah menu perintah pertarungan[11][8]

plot cerita


Final Fantasy VIII dimulai ketika Squall sedang berduel dengan Seifer pada sesi latihan di luar akademi militer bernama "Garden". Dua kadet saling melukai wajah musuhnya dan kembali ke Garden untuk perawatan.[17] Sementara itu prajurit dari region Galbadia menyerang Dollet, memaksa Dollet untuk merekrut murid Balam Garden yaitu "SeeD"-pasukan pembunuh bayaran elit dari Garden - untuk membantu. Seed menggunakan misi tersebut sebagai ujian lapangan untuk menentukan kelulusan kadet,[18] dan dengan bantuan dari instruktornya, Quistis, Squall bergabung ujian pasukan SeeD bersama Zell dan Seifer. Di Dollet, Seifer meninggalkan timnya pada separuh perjalanan melewati misi, membuat Selphie menemani Squall dan Zell untuk beberapa waktu. Setelah misi, Seed menahan gerakan Galbadia; Squall, Zell, dan Selphie lulus menjadi status SeeD; dan Seifer di skors karena aksinya yang melawan perintah.[19] Singkatnya setelah kelulusan, Squall bertemu dengan Rinoa; yang penampilannya berseberangan dengan dirinya. [20]Ditugaskan bersama dengan Zell dan Selphie untuk menolong The Forests Owl(pasukan anti-Galbadia), Squall belajar bahwa seorang penyihir bernama Edea mengendalikan kepentingan Galbadia. Dibawah perintah dari Galbadia Garden dan Balamb Garden, Squall dan teman-temannya bergabung dengan Rinoa, Quistis dan Irvine untuk menyerang Edea.[21] Ketika menjalankan rencana tersebut, Squall dkk kalah dan gagal dalam misi. Squall dkk juga belajat bahwa Seifer telah meninggalkan Garden untuk menjadi kaki tangan dari Edea.[22] Sementara Rinoa sedang dirawat di stasiun luar angkasa Esthar, Ultimecia menggunakan ia untuk melepaskan Penyihir Adel dari penjara di luar angkasa. Ultimecia memberi perintah pada Seifer untuk mengaktifkan fasilitas Esthar Lunatic Pandora, membuat hujan monster dari bulan yang akan mengirimkan peti penjara Penyihir Adel menuju planet.[35][36] Setelah mendapatkan Adel sebagai tubuhnya, Ultimecia membuang Rinoa di luar angkasa. Squall menyelamatkannya dan kembali ke planet. Setelah itu, delegasi dari Esthar mengisolasi Rinoa karena takut akan kemampuan sihirnya,[37]membuat Squall menyelamatkannya. Laguna meminta maaf karena insiden tersebut dan mengumumkan rencana Dr. Odine untuk membiarkan Ultimecia menguasai tubuh Rinoa dan menggunakan kekuatan Ellone untuk menggabungkan waktu, yang akan bisa membuat Squall dkk, melawan Ultimecia di eranya.[38].Untuk melakukan ini, tim Squall harus memasuki Lunatic Pandora, mengalahkan Seifer dan Adel, dan membuat Rinoa memilik kekuatan sihir dari Adel. [39]Penggabungan waktu dimulai, membuay Squall dkk bisa menuju era Ultimecia dan mengalahkannya. Dengan kekalahan Ultimecia, dunia kembali normal; Squall hampir tersesat dalam arus waktu ketika dia melihat kejadian asal permainan. Ketika Ultimecia yang sedang sekarat menjelajahi waktu ke masa lalu untuk memberikan kekuatannya pada Edea, Squall memberitahukan Edea mengenai konsep dari Garden dan SeeD yang akan ia buat.[40] Setelah itu ia kembali ke arus waktu dimana ia terjebak sampai akhirnya diselamatkan oleh Rinoa. Pada akhir permainan, Squall mencium Rinoa pada selebrasi kemenangan Seed

playable character

squall Leonhart (スコール・レオンハート Sukōru Reonhāto?) adalah tokoh utama RPG Squaresoft (sekarang Square Enix) Final Fantasy VIII. Ia didesain oleh Tetsuya Nomura dengan pengaruh besar yang datang dari sutradara game Yoshinori Kitase. Sebagai karakter utama dalam Final Fantasy VIII, sebagian besar permainan dilihat dari perspektif Squall. Limit Break Squall adalah Renzokuken, yang mana merupakan satu rangkaian dari empat hingga delapan bacokan yang mendahului salah satu dari empat gerak penyelesaian.

Dalam game ini, Squall merupakan seorang siswa berumur 17 tahun di Balamb Garden, sebuah akademi militer yang bergengsi untuk prajurit bayaran pilihan yang dikenal sebagai "SeeDs."[1] Ketika cerita berlangsung, Squall menjadi teman dari Quistis Trepe, Zell Dincht, Selphie Tilmitt dan Irvine Kinneas, dan jatuh cinta dengan Rinoa Heartilly. Hubungan ini dikombinasikan dengan pengembangan di dalam alur cerita game yang secara berangsur-angsur membelokkan dia dari seorang yang penyendiri menjadi seorang yang terbuka dan peduli kepada orang lain.[1]

Squall muncul dalam beberapa game lainnya, seperti Kingdom Hearts, dimana ia muncul dengan nama "Leon", Chocobo Racing dan Itadaki Street Special. Senjatanya, gunblade juga muncul dalam pekerjaan yang lainnya.

Dalam Final Fantasy VIII, Squall dikenal sebagai "serigala penyendiri" karena ia tidak pernah menjelaskan perasaannya.[1][4] Walaupun dibandingkan dengan Cloud Strife dalam Final Fantasy VII, dia lebih dingin pada grupnya.[5] Superioritasnya, membuat gurunya Quistis Trepe, berkata bahwa ia sangat sulit untuk diajak kompromi tetapi sangat menghormati talenta alami Squall.[6][7]. Squall juga diketahui cuek pada beberapa situasi.[8] Tingkah laku Squall juga digunakan untuk relief komik. Pada cuplikan adegan dimana Squall bertemu dengan Rinoa pertama kali, Rinoa memaksa Squall untuk berdansa dengannya pada pesta kelulusan SeeD.[9] Squall bingung ketika pertama kali berdansa. Rinoa, membantunya berdansa, dan Squall akhirnya menyadari bahwa ia cukup mampu untuk berdansa, sebuah aspek mandatori dari latihannya selama menjadi SeeD.

Selasa, 29 September 2009

final fantasy 7

history final fantasy 7

Final Fantasy VII (ファイナルファンタジーVII ,Fainaru Fantajī Sebun?) adalah sebuah permainan peran konsol yang dirilis oleh Square Co., Ltd. (sekarang Square Enix) pada tahun 1997 dan disutradarai oleh Yoshinori Kitase. Ia adalah permainan pertama dalam seri Final Fantasy yang diproduksi untuk konsol permainan Sony PlayStation dan merupakan permainan pertama dalam seri ini yang diadaptasi untuk dapat dimainkan di komputer pribadi berbasis Microsoft Windows, dan permainan pertama sejak Final Fantasy NES yang dirilis dengan judul yang sama baik untuk Jepang dan Amerika Utara. Selain itu, ini adalah seri Final Fantasy pertama yang menggunakan CGI, dengan karakter-karakter yang dirender penuh dan latar belakang yang diprarender.

cerita

bagian awal
Permainan ini bermula dari sebuah karakter protagonis, Cloud Strife, bergabung dengan organisasi anti-Shinra yakni AVALANCHE dimana organisasi ini sedang akan menyerang salah satu dari reaktor Mako yang mengelilingi kota Midgar. Reaktor Mako berhasil mereka hancurkan dan mereka segera kembali kemarkasnya dimana dalam perjalanan ini Cloud bertemu dengan Aeris Gainsborough, seorang wanita penjual bunga. Saat AVALANCHE melakukan misi berikutnya, mereka terperangkap oleh Presiden Shinra dimana mako reaktor tersebut ternyata dijaga oleh sebuah robot. Walaupun mereka berhasil mengalahkan robot tersebut, Cloud yang belum sempat untuk keluar dari reaktor terlempar dari tingkat atas Midgar akibat ledakan reaktor, dari tingkat atas Midgar Cloud terlempar sampai kepada bagian slum dibawah dan jatuh disebuah gereja pada Sektor 5, dia terjatuh diatas bunga-bunga dan tidak terluka parah. Digereja inilah Cloud mengenal Aeris. Aeris meminta Cloud bekerja sebagai penjaga dirinya dimana akhirnya Cloud setuju dan dalam seketika itu mereka berdua kedatangan tamu yakni, para Turk yang berasal dari Shinra dimana para Turk tersebut diperintahkan untuk menangkap Aeris.

Setelah pertarungan selesai, Aeris dengan senang hati menunjuk jalan menuju Sektor 7 (markas AVALANCHE). Saat diperjalanan Aeris berbicara bahwa pacar pertamanya adalah SOLDIER kelas satu sama seperti Cloud dulu. Tiba-tiba dalam perjalanan Aeris dan Cloud melihat Tifa masuk kedalam Wall Market, sebuah area pada Sektor 6 yang dikenal sebagai tempat aktivitas para kriminal. Mereka mengikuti Tifa sampai akhirnya mereka menyusup masuk kedalam rumah bos kriminal Don Corneo dan menemukan berita mengagetkan yaitu Shinra telah mengetahui markas AVALANCHE dan berencana untuk menghancurkan Sector 7. AVALANCHE yang mendengar berita itu tidak bisa tinggal diam dan mencoba menggagalkan rencana tersebut namun Shinra akhirnya berhasil menghancurkan Sektor 7, banyak para penduduk Sektor 7 yang meninggal termasuk 3 anggota AVALANCHE. Tidak lama setelah itu para Turk berhasil menangkap Aeris, dimana setelah kejadian itu diketahui bahwa Aeris adalah manusia terakhir yang bertahan hidup dari bangsa kuno bernama "Cetra". Presiden Shinra percaya bahwa Aeris dapat menunjukkan jalan menuju daerah impian yang dikenal sebagai "Promised Land", daerah yang mempunyai banyak energi mako dan Shinra bertujuan untuk mengambil energi tersebut.

Sebagai anggota tersisa dari AVALANCHE, Tifa, Barret, dan Cloud menyusup kedalam markas utama Shinra untuk menyelamatkan Aeris. Setelah berhasil menyelmatkan Aeris, mereka bertemu dengan Red XIII yang akhirnya bergabung dengan grup. Saat mereka akan melarikan diri dari markas Shinra, mereka menemukan para pekerja, termasuk Presiden Shinra, dibantai. Cloud melihat luka yang terdapat pada Presiden Shinra dan mengetahui bahwa pembantainya adalah SOLDIER bernama Sephiroth yang diduga hidup kembali. Pekerja yang ditemukan masih hidup dalam keadaan sekarat memberitahui Cloud dan yang lain bahwa dia melihat Sephiroth membunuh presiden serta berbicara bahwa dia tidak akan pernah mengijinkan Shinra untuk mendapatkan Promised Land. Cloud dan yang lain juga mengetahui bahwa kepala dari sebuah makhluk bernama "Jenova" menghilang dari bangunan fasilitas riset.

Setelah kejadian itu Shinra dipimpin oleh Rufus, anak dari Presiden Shinra, sedangkan AVANLACHE sekarang mengejar Sephiroth karena takut akan tujuan penggunaan dari Promised Land yang akan lebih membahayakan daripada tujuan Shinra. Dalam pengejaran ini beberapa orang mauk kedalam grup yakni, Yuffie Kisaragi, Cait Sith, Cid Highwind, dan Vincent Valentine. Saat perjalanan berlanjut, setiap anggota grup mengalami konflik tentang masa lalunya. Tidak lama setelah itu akhirnya rencana Sephiroth terbuka, rencananya adalah menggunakan "Meteor" untuk melukai planet ini separah mungkin, sehingga Lifestream yang berada dalamnya akan berkumpul pada luka tersebut untuk menyembuhkan luka itu. Sebelum Lifestream berkumpul Sephiroth berencana untuk masuk pada retakan-retakan luka tersebut, Sephiroth berencana untuk bergabung dengan seluruh energi di planet yang membuatnya mendapatkan kekuatan dewa. Untuk mencegah itu AVALANCHE berencana untuk mengambil Black Materia yang diperlukan untuk mengaktifkan Meteor, tetapi Sephiroth mengeluarkan kekuatan misterius yang membuat dirinya menguasai Cloud untuk mengaktifkan Black Materia.

Aeris, yang takut akan keinginan Sephiroth untuk menggunakan Meteor, sudah mengerti banyak tentang darah yang mengalir pada tubuhnya dari seorang profesor di Cosmo Canyon serta telah mendapatkan ingatan dari para pendahulunya di kuil Cetra. Ia memutuskan untuk menghentikan Sephiroth seorang diri. AVALANCHE yang khawatir akan hal itu terus mengikuti Aeris hingga akhirnya mereka tiba di kota kuno Cetra. Setelah mereka menemukan Aeris yang sedang berdoa untuk planet, Sephiroth yang tidak terlihat keberadaannya mencoba untuk membunuh Aeris dengan mengendalikan Cloud, namun Cloud menolak perintah Sephiroth. Sephiroth akhirnya muncul dan membunuh Aeris. Setelah mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada Aeris, para karakter yang tersisa bersatu untuk membunuh Sephiroth dan membalaskan dendam atas kematiannya.

bagian tengah
Setelah kejadian itu, Sephirot mulai membuat Cloud meragukan ingatannya dan membuat Cloud mengetahui bahwa dirinya bukanlah manusia, tetapi dirinya adalah spesimen yang diciptakan dari genetik Jenova yang dibuat oleh Professor Hojo dari Shinra.

Jenova dimana akhirnya para pemain akan diceritakan, adalah sebuah makhluk parasit yang mendarat diplanet kira-kira 2000 tahun yang lalu menggunakan meteor. Akibat dari benturan meteor yang meninggalkan bekas kawah yang besar serta melukai planet, Jenova yang muncul dari kawah bertujuan untuk menyebarkan virus kepada seluruh organisme makhluk hidup diplanet, dimana virus tersebut dapat menyebabkan kegilaan dan membuat makhluk berubah menjadi monster. Korban yang paling banyak terjangkit adalah dari suku Cetra, Jenova menyebarkannya dengan cara menggunakan kemampuannya mimic'nya dimana dia mampu berubah bentuk dan menyamar menjadi sebagai orang Cetra.

Cetra yang berusaha untuk melindungi diri mereka, akhirnya membuat monster raksasa bernama "WEAPONs" atau dalam bahasa Indonesia berarti Senjata, tetapi mayoritas manusia memilih untuk kabur daripada berhadapan dengan Jenova. Sekelompok para orang yang masih hidup dari suku Cetra berjuang melawan Jenova untuk melindungi planet dan berhasil mengalahkan Jenova, serta menyegelnya pada kawah tempat Jenova mendarat. Setelah itu para "WEAPONs" memasuki masa hibernasinya untuk menunggu apabila akan ada ancaman yang kembali mengancam keselamatan planet. Namun jasad Jenova akhirnya ditemukan oleh Professor Gast, seorang penjelajah dari Shinra. Karena mengira bahwa makhluk tersebut adalah makhluk yang berasal dari suku Cetra, Gast akhirnya diberikan kekuasaan untuk melakukan percobaan pembuatan manusia artifisial dengan menggunakan kombinasi sel-sel Jenova dengan janin dari manusia yang tidak lahir untuk menghasilkan seorang Cetra.

5 tahun sebelumnya, Sephiroth mengetahui bahwa dia adalah hasil eksperimen saat dia berada di Nibelheim kota asal Cloud dan Tifa, untuk menjalankan misi. Namun dikarenakan Sephirot yang tidak peduli dengan detil-detil yang berkaitan, dia berkesimpulan bahwa dia adalah seorang dari suku Cetra yang telah diproduksi hanya dari material genetik Jenova. Dengan kemarahan yang luar biasa, Sephirot membakar kota, membunuh semua penduduk Nibelheim dan bertujuan untuk membunuh semua orang didunia yang merupakan keturunan para orang yang tidak ikut membuang dunianya dan tidak ikut melindungi dunia. Menurut Cloud, dia bertemu dengan Sephiroth saat pembantaian tersebut dan setelah itu Sephirot menghilang tanpa jejak lalu diasumsikan mati sampai akhirnya dia muncul kembali digedung Shinra. Saat perjalanan dan sudah sampai pada kawasan kawah utara, Sephiroth memberitahukan Cloud bahwa yang berada di Nibelheim saat itu bukanlah Cloud melainkan seorang SOLDIER kelas 1 dengan rambut hitam. Tifa yang tidak dapat membalas kata-kata tersebut membuat Cloud bingung dan ragu akan keberadaannya, hal tersebut menyebabkan Sephiroth dapat mengeluarkan Meteor, dimana dengan munculnya Meteor maka para "WEAPONs' terbangun dari masa hibernasinya. Dunia berguncang, gempa bumi yang besar, saat itu Cloud akhirnya terpisah dari teman-temannya dan terjatuh kedalam Lifestream.

bagian akhir
Saat meteor yang dipanggil oleh Sephirot semakin dekat dengan dunia, Shinra memfokuskan kinerjanya dalam melindungi para manusia dari para "WEAPONs", yang menganggap bahwa semuanya adalah ancaman untuk dunia. Ditempat lain, AVALANCHE yang mencari Cloud akhirnya menemukan dirinya berada disebuah rumah sakit yang berada pada sebuah pulau tropis, Cloud pada saat ini masih mengalami shok yang berat dan berlaku seperti orang cacat. Para "WEAPONs" yang mulai bergerak dan menghancurkan segalanya menyebabkan pulau kecil tempat AVALANCHE berada hancur berantakan, dimana Cloud dan Tifa jatuh kedalam Lifestream yang berada dibawah pulau tersebut. Disitu Tifa mulai mencoba untuk mengembalikan ingatan Cloud dan mengetahui kebenaran masa lalunya. Walaupun Cloud adalah seorang manusia asli dan berada di Nibelheilm saat pembantaian oleh Sephiroth, namun Cloud bukanlah seorang SOLDIER karena dia tidak berhasil menjadi SOLDIER dan hanya berhasil menjadi sebatas prajurit biasa. Diketahui bahwa SOLDIER dengan rambut hitam yang sebelumnya diingat oleh Cloud adalah Zack, dan dia adalah pacar pertama Aeris. Saat Sephiroth menghancurkan Nibelheim, Zack, Tifa dan Cloud bertarung melawan Sephirot didalam reaktor mako yang berada diNibelheim. Walaupun Tifa dan Zack dikalahkan oleh Sephiroth, Cloud masih terus bertarung hingga akhirnya Cloud dan Sephiroth sama-sama terluka parah. Sephiroth tiba-tiba langsung mengambil kepala Jenova, yang berada didalam reaktor mako tersebut dan melompat kedalam Lifestream.

Setelah kejadian itu, Tifa kembali dengan selamat sampai Midgar, dimana akhirnya dia bergabung dengan AVALANCHE, Cloud dan Zack yang termasuk sebagai para orang yang bertahan hidup dicap oleh Shinra sebagai pengkhianat dengan alasan membantu pembantaian Sephiroth. Profesor Hojo akhirnya menggunakan mereka semua yang bertahan hidup sebagai objek eksperimen, dimana dilakukan eksperimen yang sama dengan yang dilakukan untuk para SOLDIER. Namun dikarenakan Hojo melakukan eksperimen tanpa mempedulikan keadaan mental para objek eksperimen berakibat semua objek eksperimen memasuki status koma kecuali Zack. Hampir 5 tahun kemudian, Zack kabur dari penjara dan membawa Cloud dengannya. Disitulah dimana akhirnya Cloud yang telah diinjeksi sel-sel Jenova membentuk personalitas baru yang salah, dia membentuk dirinya sebagai Zack baik dari sifat, cara bertarung, maupun ingatan tentang kejadian di Nibelheim dan statusnya sebagai SOLDIER kelas satu, tetapi karena hal itu pula Cloud dapat dikuasai oleh Sephiroth. Zack dibunuh oleh tentara Shinra yang mengejarnya diluar Midgar, kejadian ini terjadi sesaat sebelum mulainya permainan. Setelah itu Tifa akhirnya bertemu Cloud yang menggunakan pakaian Zack dan langsung menawari pekerjaan dengan AVALANCHE.

character utama

Cloud Strife (クラウド・ストライフ ,Kuraudo Sutoraifu?) adalah tokoh protagonis utama dalam Final Fantasy VII, game RPG buatan Squaresoft yang kini menjadi Square Enix. Penampilannya ditandai dengan rambut kuning spiky, mata biru yang berkilau (sebuah tanda SOLDIER dan merupakan tanda telah terpapar mako), baju ungu tua atau biru, dan Buster Sword miliknya (sebuah tipe pedang zweihänder). Pada awalnya dia ditampilkan sebagai orang yang dingin dan cuek, namun lambat laun dia menyesuaikan dirinya dalam perannya sebagai pemimpin.Sebetulnya dia sangat mencintai tifa,teman masa kecilnya,namun rasa malu karena tidak bisa menjadi soldier,membuat ia menjadi tak mau bertemu tifa,sampai akhirnya,ketika insiden di reaktor mako ,membuat ia mau bertemu tifa ,karena soldier idola nya, Sephiroth, menusuk tubuh gadis itu. Hal itu membuat Cloud marah dan menusuk Sephiroth hingga jatuh. Banyak yang menduga dia sudah tewas, namun Sephiroth muncul kembali dalam game.

Dia muncul kembali dalam game buatan Square-Enix lainnya, termasuk Final Fantasy Tactics, Ehrgeiz, Kingdom Hearts beserta sekuelnya Kingdom Hearts: Chain of Memories dan Kingdom Hearts II, Itadaki Street Special, dan sebagai pembalap rahasia di Chocobo Racing. Dia muncul kembali dalam sebuah film CGI, Final Fantasy VII: Advent Children, film anime (OVA) Last Order: Final Fantasy VII dan bagian dari Compilation of Final Fantasy VII lainnya. Sebagai tambahan, sebuah sprite 2D Cloud sesekali muncul dalam loading screen Final Fantasy V versi PlayStation. Pengisi suara Jepang Cloud adalah Nozomu Sasaki (Ehrgeiz), Takahiro Sakurai, pengisi suara Inggrisnya adalah Steve Burton.

Tifa Lockhart (ティファ・ロックハート ,Tifa Rokkuhāto?), atau Tifa Lockheart, adalah seorang tokoh video game dari game PlayStation Final Fantasy VII. Dia adalah seorang ahli beladiri dan mengandalkan pukulannya sebagai senjata. Dalam buku petunjuk Final Fantasy VII menyatakan bahwa dia berumur 20 tahun dan tinggi 5' 5" (sekitar 160 cm). Di versi Bahasa Inggris dari Kingdom Hearts II dan Final Fantasy VII: Advent Children, pengisi suaranya adalah Rachael Leigh Cook. Di ketiga versi Jepangnya (termasuk Dirge of Cerberus), pengisi suaranya adalah Ayumi Ito. Bersama Cloud, dia membangun sebuah bar yang diberi nama 7th Heaven.Tifa adalah seorang wanita yang cantik, dengan rambut hitam-panjang dan matanya yang berwarna cokelat. Dia juga selalu ceria dan bersemangat. Tapi ia sedikit pemalu; walaupun ia mencintai Cloud, ia enggan mengakuinya. Sifatnya yang lemah lembut dan rela berkorban untuk orang lain membuatnya memiliki banyak teman. Dia juga memiliki kekuatan dan tehnik beladiri yang mengagumkan.Semasa kecilnya, ia tinggal bersebelahan dengan Cloud di kota Nibelheim. Tetapi hubungan mereka kurang begitu dekat walaupun mereka saling mengenal.

Ketika dia berumur 8 tahun, ibunya meninggal. Karena ia meyakini bahwa roh ibunya pergi melalui gunung Nibel, ia pun berusaha mendaki gunung tersebut bersama ketiga teman dekatnya, dan tanpa disadari Tifa, Cloud mengikuti mereka di belakang.

Namun, ketiga teman Tifa merasa takut dan pulang, meninggalkan Tifa sendirian. Tifa tak peduli dan tetap melanjutkan perjalannannya, begitu juga dengan Cloud, dengan hati-hati dia membuntuti Tifa. Malang, perjalanan mereka harus terhenti ketika Tifa terpeleset dijembatan gantung. Cloud berusaha menolongnya, namun gagal, malahan ia pun terpeleset dari jembatan.

Mereka selamat dari kecelakaan tersebut. Cloud hanya mengalami luka ringan, tetapi tidak dengan Tifa, ia mengalami koma selama semingggu. Ayah Tifa yang marah malah menyalahkan Cloud atas kejadian ini. Karenanya, hubungan Tifa dan Cloud pun semakin menjauh. Cloud marah kepada dirinya sendiri, ia merasa terlalu lemah dan malu karena tidak bisa menyelamatkan Tifa.

Pada umur 14 tahun, Cloud pamit kepada Tifa karena dia akan meninggalkan Nibelheim dan pergi ke Midgar untuk bergabung dengan SOLDIER. Ia bergabung agar menjadi lebih kuat (belakangan diketahui bahwa alasan utama dia bergabung dengan SOLDIER karena ia ingin membuat Tifa terkesan). Berita ini membuat Tifa terkejut sekaligus membuatnya kecewa; Tifa pun segera memaksa Cloud untuk berjanji, jika dia dalam bahaya, Cloud harus datang menolongnya.

Ketika musim semi tiba, Cloud berangkat meninggalkan Midgar. Walaupun Tifa tidak terlalu dekat dengan Cloud, Tifa merasakan kerinduan yang mendalam terhadap Cloud; dia selalu memikirkan Cloud, berharap Cloud sudah mendapatkan mimpinya, dan terus mencari berita tentang keberadaan Cloud.

Setahun kemudian, Tifa ditugaskan sebagai penunjuk jalan bagi grup inspeksi SOLDIER yang akan menginspeksi reaktor mako di gunung Nibel. Grup ini terdiri dari 'SOLDIER kelas 1' Sephiroth dan Zack, serta 2 orang Polisi Militer yang salah satunya, yang awalnya tidak diketahui Tifa, adalah Cloud. Setelah inspeksi, grup tersebut kembali ke kota, dan Sephiroth pergi ke gedung bawah tanah Shinra dan membaca hasil penelitian yang ditulis oleh Professor Gast dan Hojo. Apa yang dia temukan membuatnya berubah (lebih lengkapnya lihat Sephiroth. Ia marah dan secara tiba-tiba menyerang Nibelheim dan membunuh penduduknya.

Ketika mengetahui bahwa kotanya dihancurkan Sephiroth, Tifa mengejarnya sampai ke reaktor Mako. Namun ia malah menemukan ayahnya tewas ditangan Sephiroth. Tifa marah dan menyerang Sephiroth, tetapi ia gagal membunuhnya, bahkan ia terluka terkena sabetan pedang dalam usahanya membunuh Sephiroth.

Beberapa saat kemudian, Cloud masuk kedalam reaktor untuk mencari Sephiroth, Zack dan Tifa. Di dalam, ia menemukan Zack sudah terluka parah dan Tifa tak sadarkan diri. Karena marah, Cloud berusaha menikam Sephiroth dari belakang, kemudian membawa Tifa keluar. Zangan kemudian muncul dan memberikan pertolongan pertama untuk Tifa.

Dari Nibelheim, Zangan membawa Tifa ke Midgar untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius. Setelah Tifa sembuh, ia mendirikan sebuah bar yang ia beri nama Seventh Heaven (Surga ke-7) di sektor 7 kota midgar. Di bar inilah dia bertemu dengan Barret Wallace, pemimpin grup pemberontak AVALANCHE. Ia bergabung dengan grup ini dengan tujuan membalas dendam kepada Shinra dengan apa yang mereka perbuat di Nibelheim.

Aerith (atau Aeris) adalah mage yang meminta Cloud menjadi bodyguard nya. Aerith merupakan anggota AVALANCHE dan bekerja sebagai penjual bunga di jalan Midgar. Aerith diasuh oleh Elmyra yang diminta untuk menjadi ibu angkat Aerith. Dalam masa kecilnya, Aerith diyakinkan bahwa dia adalah seorang ancient oleh Tseng, yang mempunyai elemen planet dan kekuatan sihir pada alam.

Dalam perjalanannya setelah bertemu dengan Cloud, Aerith terlihat amat menyukai anggota SOLDIER tersebut. Meski dia telah bercerita bahwa cinta pertamanya adalah Zack Fair. Aerith merupakan saingan Tifa, dan walau bagaimana pun juga, Cloud terlihat menaruh hatinya pada Aerith.Walaubagaimanapun dia masih amat mencintai Zack


Nasib Aerith berakhir tragis. Sesaat sebelum Aerith melepaskan sihir meteor yang akan menyerang dengan doanya, Sephiroth terbang turun dan dengan segera membunuh Aerith. Sephiroth menusuk Aerith dari belakang dengan long sword nya. White materia milik Aerith yang disimpannya di rambutnya, terlepas dan jatuh. Cloud yang menyaksikannya menangis sambil memegangi Aerith (dan menunjukkan bahwa jelas-jelas Cloud menyimpan perasaan pada Aerith). Kemudian, bersama Tifa dan Barret, Cloud pergi ke Forgotten City dengan menggendong Aerith. Cloud berjalan memasuki danau dan menenggelamkan Aerith, mengirimnya ke planet asalnya.

Sesudahnya, Cloud menerima pesan dari planet, dan mengatakan pada Tifa bahwa ia akan menemui Aerith di Promised Land. Di situlah Aerith muncul kembali.


Penampilan Aerith dikenal dengan sosok gadis berusia 22 tahun yang cantik, ceria, dan anggun. Aerith berambut cokelat dengan kepangan yang diikat pita merah, dengan white materia di atasnya. Aerith bermata hijau cemerlang, memakai jaket denim mini merah, chocker tali sederhana dengan simpul pita, gaun merah muda panjang, gelang besi, dan sepatu bot cokelat. Senjatanya adalah guard stick, yang kemampuan menyerangnya relatif lemah dan agak tidak berguna.

Pemimpin Avalanche, Barret adalah pria negro yang emosional dan keras hati, namun setia kawan. Barret kehilangan lengan kanannya akibat ulah Scarlet saat kampung halamannya, Corel, dihancurkan oleh Shinra. Tragedi itu memicu dendamnya, dan ia menemui seorang ilmuwan untuk memasang lengan bionik sebagai gantinya. Lengan bionik Barret bisa diganti-ganti, dan hal tersebut mempengaruhi baik jangkauan maupun daya rusaknya.

Barret memiliki putri angkat bernama Marlene, yang merupakan putri tunggal sahabatnya, Dyne. Dari sifatnya, terkadang Barret terkesan sangat 'daughter complex'. Dari ilmuwan yang sama Barret mengetahui kalau Dyne telah menjalani operasi yang sama dengannya, dan ia terpaksa menyelesaikan perselisihan mereka di Desert Prison di Gold Saucer.

Vincent adalah mantan anggota Turks yang bertugas mengawal para ilmuan yang terlibat Jenova Project. Salah seorang peneliti itu adalah Lucretia Crescent, yang sebenarnya pernah bekerja dengan ayah Vincent, Grimoire Valentine. Vincent jatuh cinta pada Lucretia dan kemudian bahkan melamarnya Tapi Lucretia yang dihantui perasaan berdosa sejak kematian Grimoire(menganggap karena dirinyalah Vincent kehilangan ayahnya) menolak dan memilih Hojo dengan alasan tidak ingin membiarkan Hojo kesepian. Vincent dijadikan kelinci percobaan oleh Hojo dan karena percobaan itulah Vincent dapat berubah menajdi Gallian Best, Death Gigas serta Hell Mask. Setelah dilakukan percobaan oleh Hojo Tubuh Vincent disimpan oleh Hojo yang 30 tahun kemudian tidak sengaja dibangunkan oleh Cloud dan teman-teman. Pada awalnya Vincent ikut dalam group Cloud dikarenakan adanya Hojo, namun akhirnya Vincent memutuskan untuk ikut sampai akhir. Sifat vincent dan Cloud berbagi kemiripan dalam hal dingin, terkesan tidak peduli, tapi sebenarnya setia kawan, dan tidak pernah bisa melupakan perasaan bersalahnya. Dia tidak bisa membiarkan ada orang yang butuh pertolongan, walaupun sebenarnya paling malas kalau terlibat dengan masalah-masalah yang menurutnya merepotkan. Hanya saja, kalau seorang teman sudah meminta bantuan, dia tak akan bisa menolaknya, seperti ketika Reeves meminta pertolongannya untuk melawan Deep Ground, atau saat semua temannya berteriak padanya untuk menyelamatkan dunia dari Omega.

cait sith : Kucing yang bertengger di atas Moggle ini karakter yang paling sering diremehkan di sepanjang game tapi ia ngotot ikut serta dengan rombongan Cloud. Untungnya ia punya ilmu ngeramal yang berguna. Cait Smith kelihatannya jinak dan lemah, tapi ada gunanya juga kamu belajar menggunakannya. Kalo udah punya 3 dice (kubus) lebih, serangan Dice Limit-nya bisa bikin damage gede.

Yuffie Kisaragi (ユフィ・キサラギ Yufi Kisaragi?) adalah seorang tokoh video game dari game PlayStation Final Fantasy VII. Dia adalah seorang ninja dan juga seorang pencuri, yang menggunakan sebuah shuriken besar sebagai senjatanya. Dalam buku petunjuk Final Fantasy VII menyatakan bahwa dia berumur 16 tahun dan tinggi 5' 3" (160 cm). Yuffie muncul di film animasi grafis komputer Final Fantasy VII: Advent Children, game ponsel Before Crisis: Final Fantasy VII, game PlayStation 2 Dirge of Cerberus: Final Fantasy VII dan seri Kingdom Hearts. Dia juga muncul sebagai tokoh rahasia di game PlayStation Ehrgeiz. Di versi Inggris dari Kingdom Hearts dan Final Fantasy VII: Advent Children, pengisi suaranya adalah Christy Carlson Romano, sedangkan di versi Amerika dari Kingdom Hearts II dan juga versi Amerika dari Dirge Of Cerberus, pengisi suaranya adalah Mae Whitman. Di ketiga versi Jepangnya (termasuk Dirge of Cerberus), pengisi suaranya adalah Yumi Kakazu.1.

Yuffie mengenakan perlengkapan yang tampak seperti baju tradisional Wutai, sebuah kampung halaman berkultur Asia, khususnya Jepang. Yuffie adalah seorang kunoichi yang pilihan senjatanya berupa sebuah shuriken besar. Dia juga penderita mabuk kendaraan, yang mengundang kesan humor di sepanjang game serta di Advent Children.Yuffie bertemu dengan Cloud di hutan mana saja, setelah keluar dari gua dekat Fort Condor. Jika pemain mengalahkannya dalam pertarungan dan memilih pilihan dialog yang benar selama percakapan dengannya, dia akan ikut dalam anggota. Satu jawaban salah saja akan membuatnya mencuri beberapa gil milik anggota dan melarikan diri. Yuffie sangat bersemangat dan bandel, dan bisa menjadi pintar dalam waktu bersamaan. Walaupun dia memanggil dirinya sebagai pemburu Materia, kenyatannya, dia adalah seorang pencuri Materia.

Saat Cloud dan teman-teman yang lainnya berusaha menghentikan Meteor dengan cara mengalahkan Sephiroth di Kawah Utara, Yuffie membantu Vincent mengevakuasi penduduk Midgar.

red xiii : Bagi Shinra Corporation, Red XIII ngga lebih dari kelinci percobaan. Tidak ada yang tahu kenapa Red XIII bisa ngomong, tapi yang jelas kemampuan itu bukan berkat jasa Shinra Corp. Red XIII mungkin terlihat lemah dan tak berguna, tapi dia adalah satu karakter paling kuat dan tahan banting. Limit Attack level 1-nya sangan membantu rekan-rekannya di stage-stage awal.

Cid Highwind mungkin juga Dragoon karena ia mewarisi teknik lompatan Dragoon yang fenomenal itu, namun masa seorang Dragoon selalu merokok? Dulu ia adalah seorang pilot, namun kini pensiun sejak proyeknya ke luar angkasa, yang dulu disponsori Shinra, gagal total.